Mengenal Wilayah Sumedang Tandang

Wilayah Sumedang Tandang

Video of the Day

Latest Post

Monday, January 1, 2018

0

Jumlah Dukungan Memenuhi Syarat ZA-Akur, Tertinggi

BANDUNG – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Iwa Karniwa,S.E.A.k.M.M. mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Barat, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat selama tahun 2017, sehingga kondisi Jawa Barat tetap kondusif. Hal itu disampaikan Iwa Karniwa pada malam akhir tahun 2017 dan menyongsong awal tahun 2018 di Rumah Dinasnya Jalan Aryajipang Bandung, Minggu, 31 Desember 2017.

Iwa Karniwa pun mengakui merasa bangga dengan masyarakat Jawa Barat karena berhasil mengawal dua event besar yang berimpitan, yakni Hari Natal dan Tahun Baru di Jawa Barat yang berjalan aman dan tertib. “Alhamdulillah, Hari Raya Natal 2017 dan Malam Tahun Baru 2018 di Jawa Barat aman dan tertib serta penuh suka cita dari masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Terkait dengan keamanan dan ketertiban, secara khusus Iwa Karniwa pun mengucapkan terimakasih kepada Polda Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi yang telah berjibaku mengerahkan seluruh kemampuannya untuk terciptanya kondusivitas wilayah Jawa Barat. “Terimakasih Pak Kapolda beserta jajarannya dan Pak Pangdam III/Siliwangi bersama jajarannya yang telah berjuang demi suksesnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat Jawa Barat,” ujar Iwa Karniwa.
Menurut Iwa Karniwa, program-program pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian dan TNI di Jawa Barat, seperti, pos pengamanan yang disiapkan Polda Jabar 179 pos, pelayanan 39 pos serta pos pengamanan dan pelayanan terpadu 3 pos di Cikopo, Palimanan dan Cileunyi, sangat berarti bagi keamanan dan ketenangan warga Jawa Barat. “Saya sangat mengapresiasi pada peran Polri dan TNI,” tambahnya.

Yang tidak kalah pentingnya, keamanan dan ketertiban yang terjadi di Jawa Barat berkat peran semua elemen masyarakat Jawa Barat, yang telah menciptakan ketenangan dan kenyamanan pada masyarakat dari provinsi lain yang sengaja berliburan merayakan Natal dan Tahun Baru di wilayah Jawa Barat. “Masyarakat Jawa Barat sudah menjadi tuan rumah yang ramah bagi tamu-tamu kita dari daerah lain, semoga mereka nyaman berliburan di Jawa Barat,” ucap Iwa Karniwa.
Padahal di atas kertas, menurut Iwa Karniwa, Jawa Barat termasuk provinsi yang rawan dengan gangguan keamanan dan kerertiban karena wilayahnya yang luas dan penduduk yang banyak. Selain itu, ketersediaan insfrastruktur, terutama destinasi wisata yang sangat banyak juga mengundang masyarakat dari provinsi lain untuk datang ke Jawa Barat. Oleh karena itu, wilayah Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang dijadikan tempat berkumpulnya rakyat Indonesia pada hari perayaan Natal 2007 dan Tahun Baru 2018 dengan jumlah yang besar. “Hal itu tentu menimbulkan sejumlah kerawanan,” katanya.

Namun, lanjut Iwa Karniwa, karena kesigapan pihak keamanan, Polri dan TNI yang dibantu oleh seluruh masyarakat Jawa Barat, sehingga wilayah Jawa Barat secara umum kondusif. Kendati begitu, Iwa Karniwa pun mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dari aspek pelayanan, sehingga sebagai Pamongpraja di Pemerintatan Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa memohon maaf kepada semua pihak. Ia berharap, baik masyarakat Jawa Barat atau pun para pendatang dari luar Jawa Barat semoga dapat memakluminya dan dapat memberikan saran untuk perbaikan Jawa Barat ke depan. “Kita semua berharap dan berdo’a, semoga Jawa Barat ke depan akan lebih baik dan lebih maju,” pungkas Iwa Karniwa salmbil mengucapkan Selamat Tahun Baru 2018 Semoga Sukses Menjadi Bagian dari Kehidupan Kita Semua.



0

Desa Ujungjaya

Desa Ujungjaya merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian tengah ke arah selatan wilayah kecamatan. Sebagai desa yang memiliki nama yang sama dengan kecamatannya, wilayah Desa Ujungjaya mencakup juga pusat pemerintahan Kecamatan. Sehingga jarak dengan pusat pemerintahan kecamatan tidak terlalu jauh sekitar 800 meter ke arah utara.

Berdasarkan perkembangannya, Desa Ujungjaya merupakan sebuah desa induk pemekaran. Sebelum dimekarkan, wilayah Desa Ujungjaya mencakup pula wilayah Desa Sakurjaya. Pada tahun 1982, wilayah Desa Ujungjaya dimekarkan menjadi dua wilayah yaitu Desa Ujungjaya dan Desa Sakurjaya. Paska pemekaran wilayah ini Desa Ujungjaya hasil pemekaran memiliki cakupan wilayah di bagian selatan bekas wilayah desa induk sebelum pemekaran.

Desa Ujungjaya yang pada waktu itu merupakan sebuah desa yang termasuk wilayah Kecamatan Tomo, statusnya ditingkatkan menjadi perwakilan kecamatan Tomo di Ujungjaya. Ketika Kecamatan Tomo dimekarkan menjadi dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tomo dan Kecamatan Ujungjaya, wilayah Desa Ujungjaya termasuk salah satu wilayah yang berada di wilayah kecamatan pemekaran. Pada tahun 1986, Desa Ujungjaya bersama delapan desa lainnya bergabung di wilayah Kecamatan Ujungjaya.

Berdasarkan data Kecamatan Ujungjaya dalam Angka tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, pada tahun 2013 Desa Ujungjaya memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografis, wilayah Desa Ujungjaya berada di kawasan dengan bentuk bentang permukaan tanah berupa dataran. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada pada 45 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Ujungjaya dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Sakurjaya di sebelah utara, Desa Palasari dan Desa Kebon Cau di sebelah timur, Desa Palabuan dan Desa Tomo dan Desa Karyamukti (keduanya berada di wilayah Kecamatan Tomo) di sebelah selatan, serta Desa Cipelang di sebelah baratnya. Secara administratif, wilayah Desa Ujungjaya terbagi ke dalam sebelas wilayah Rukun Warga (RW) dan 38 wilayah Rukun Tetangga (RT).

Untuk luas wilayahnya, sebagaimana disebutkan sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Ujungjaya memiliki wilayah dengan laus total sebesar 947 hektar. Luas wilayah Desa Ujungjaya tersebut terbagi ke dalam beberapa jenis penggunaan atau tata guna lahan. Sebagian besar wilayah Desa Ujungjaya merupakan kawasan kehutanan dengan luasan sebesar 573 hektar. Kemudian disusul dengan luasan sebagai lahan pertanian dengan cakupan sebesar 273 hektar. Lahan pertanian di Desa Ujungjaya terbagi ke dalam dua jenis lahan yaitu lahan pesawahan dan lahan pertanian bukan pesawahan. Luasan lahan pertanian berupa pesawahannya sebesar 263 hektar dan selain pesawahan seluas 10 hektar. Seluas 97 hektar diantara luas wilayah Desa Ujungjaya merupakan kawasan pemukiman berupa lahan perumahan dan pekarangan. Sisanya seluas 9 hektar dipergunakan sebagai lahan lainnya.

Jika dilihat menggunakan Google Maps, wilayah Desa Ujungjaya membentang dari bagian tengah wilayah Kecamatan Ujungjaya sampai ke ujung selatan dan berbatasan dengan Kecamatan Tomo. Bagian utara wilayah Desa Ujungjaya dibatasi oleh aliran Sungai Cipelang. Kontur wilayahnya merupakan kawasan dataran rendah. Sebagian besar wilayah Desa Ujungjaya merupakan kawasan kehutanan yang terletak di bagian tengah sampai ke ujung selatan wilayah desa. Sementara bagian utara wilayah Desa Ujungjaya merupakan campuran antara kawasan pertanian berupa lahan pesawahan dan lahan pemukiman penduduk.

Untuk jumlah penduduknya, sebagaimana disajikan sumber data utama, pada tahun 2013 Desa Ujungjaya dihuni penduduk sebanyak 7.920 orang. Dengan komposisi sebanyak 3.925 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah 3.995 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala kelurganyanya 2.555 KK. Kepadatan penduduk Desa Ujungjaya, untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya dihuni penduduk rata-rata sebanyak 836 orang.

Terkait mata pencaharian penduduknya, pada tahun 2013 sebagian besar penduduk Desa Ujungjaya bekerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk di sektor ini menduduki posisi pertama dan mendominasi jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Sebagian kecil lainnya bekerja di sektor industri, perdagangan, transportasi, jasa dan konstruksi.

Sektor pertanian di Desa Ujungjaya didukung oleh lahan pertanian terutama lahan pesawahan yang subur, dengan sebagian besar sudah mendapatkan sistem pengairan teknis. Lahan pesawahannya memiliki produktivitas yang bagus dalam menghasilkan produk utama berupa padi. Di samping padi, dihasilkan juga beberapa jenis tanaman palawija seperti jagung, ubi kayu, kacang hijau dan kacang tanah. Kemudian dihasilkan juga beberapa jenis buah-buahan seperti mangga, jambu biji, pisang, semangka dan nangka. Hasil sayurannya juga ada seperti kacang panjang, mentimun, cabai, terong dan oyong.

Sektor industri yang digeluti sebagian masyarakat Desa Ujungjaya termasuk industri kecil skala rumah tangga. Jenis industrinya dalam hal pengolahan makanan, kayu dan batu bata. Sektor perdagangan dibuktikan dengan banyaknya warung-warung ditambah dengan kompleks pertokoan dan pasar.


0

Wana Wisata & Kolam Renang Cigirang

Kolam Renang Cigirang merupakan sebuah tempat wisata air sekaligus wisata alam yang berada di Dusun 2 Desa Cilangkap. Lokasinya tepat berada di kaki Gunung Tampomas bagian utara, masih satu wilayah desa dengan Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing. Air di Kolam Renang Cigirang ini tergolong dingin yang berasal dari mata air di kaki Gunung Tampomas secara langsung.

Selain menyajikan kolam renang dengan air alami yang bebas dari bahan kimia seperti kaporit, Kolam Renang Cigirang juga menyajikan suasana alam yang masih asri. Di sekeliling wilayah Kolam Renang menyajikan pemandangan yang menghijau dan rimbunnya pepohonan. Sehingga sangat cocok dijadikan tempat berwisata keluarga: berenang sambil menikmati sejuknya suasana alam. Kolam renang yang tersedia terbagi ke dalam tiga jenis kedalaman yaitu kolam renang dengan kedalaman satu meter, 1,4 meter dan kedalaman 2,4 meter. Sehingga pengunjung bisa memilih, ingin berenang di kedalaman berapa.Selain fasilitas kolam renang, di Kolam Renang Cigirang ini juga tersedia fasilitas kolam terapi ikan. Kolam terapi ikan ini bisa digunakan sebagai tempat pengobatan dan untuk mengangkat sel-sel kulit yang mati pada kaki. Pengunjung bisa merendam kakinya di kolam terapi ikan ini untuk kemudian digigit-gigit oleh ikan yang terdapat di kolam ikannya.
Berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh pengunjung, biayanya cukup murah. Untuk masuk ke kolam renang, pengunjung hanya dipungut biaya tiket seharga Rp 3.000 sampai Rp. 4.000 untuk tiap pengungjung. Sementara bagi yang membawa kendaraan ada tambahan untuk biaya parkir kendaraan sebesar Rp 1.000 per kendaraan. Harga tersebut untuk per kunjungan sampai puas, tidak dibatas waktunya. Untuk kolam terapi ikan, pengunjung yang mengikuti terapi ikan tidak dipatok harus membayar berapa harganya, tapi seikhlasnya.

Kolam Renang Cigirang yang dikelola oleh Karang Taruna setempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi wilayah Desa Cilangkap. Jadi selain mengunjungi Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing, pengunjung juga bisa mengunjungi Wana Wisata dan Kolam Renang Cigirang ini.


Social Time

Facebook
Like Us
Google Plus
Follow Us
Twitter
Follow Us
Pinterest
Follow Us

Subscribe to our newsletter

(Get fresh updates in your inbox. Unsubscribe at anytime)